Jumat, 27 Februari 2015

Rinduku

Kau tau betapa egoisnya dirimu? Dan apa kau sadar bahwa karna keegoisan dirimulah aku selalu mencoba pergi darimu. Aku lelah, jika aku harus selalu menghadapi egomu. Aku lelah, jika aku harus selalu berdebat denganmu. Aku lelah, jika harus menjadi orang yang selalu mengalah. Dan, aku sudah terlalu lelah untuk merasa sakit karnamu.

Apa kau tau? Aku selalu merindukanmu disetiap detikku, bahkan tanpa jeda. Aku merindukan momen bersamamu, aku merindukan tawamu, aku merindukan perhatian darimu, merindukan setiap lekuk jawahmu, aku merindukan senyum manismu, aku merindukan semua yang ada pada dirimu.

Rasanya.. aku ingin merasakan kembali, betapa cepatnya jantungku berdetak saat bersamamu. Betapa bibirku tak hentinya tersenyum saat kau selalu bersamaku.
Bohong jika aku tak merindukanmu. Nyata nya, kini rindu dihatiku semakin menggebu dan aku masih menahannya sendiri.

Mengertilah, aku sedang sangat amat merindukanmu...

Kamis, 26 Februari 2015

Untuk Kamu 😊

       Hari ini hujan turun. Entah mengapa? Setiap kali aku melihat hujan, aku selalu merasa seperti aku melihatmu. Hujan selalu terlihat indah menurut ku, hujan juga selalu mampu menyejukkan hati dan perasaanku. Tapi disaat aku mulai menyentuh setiap tetes airhujan, ia menjadi terasa menyakitkan untukku.

       Kau sama seperti hujan, kau selalu membuatku merasa bingung. Kau selalu terlihat indah bagiku, kau juga selalu mampu menyejukkan hati dan persaanku. Tapi disaat aku mulai mencoba memilikimu, kau selalu membuatku sakit.

       Kau selalu datang dan mengajariku hal baru. Kau mengajari ku bagaimana menciptakan momen-momen indah, kau mengajariku melepaskan semua penatku, kau mengajariku untuk selalu tersenyum walau dihujani berjuta masalah, dan kau mengajariku cara untuk selalu mengingatmu. Tapi mungkin kau lupa, untuk mengajariku bagaimana cara melupakanmu. Hingga pada saatnya tiba, kau pergi meninggalkanku sendiri bersama bayangan dan kenanganmu karna aku tak bisa melupakanmu.

       Mengapa kau datang disaat aku merasa sepi? Mengapa kau datang menemani saat aku sendiri? Mengapa kau membuatku merasa nyaman bersamamu? Mengapa kau memberiku dukungan saat aku mulai merasa lelah? Dan mengapa kau pergi?

       Mengapa datang jika akhirnya pergi? Mengapa tampak jika akhirnya menghilang? Mengapa menemani jika akhirnya meninggalkan? Mengapa mempertahankan jika akhirnya menyerah? Mengapa menguatkan jika akhirnya merapuhkan? Apa ini bagian dari sekenariomu? Ataukah cinta hanya sebuah rasa yang semu? 

Minggu, 22 Februari 2015

Kenangan

Kenangan, kenangan, kenangan, dan kenangan... ya, hidup itu selalu penuh dengan kenangan. kemanapun kita akan melangkah pergi, selalu ada kenangan di belakangnya. Ngga semua kenangan itu terjadi dengan indah. pasti ada kenangan buruk yang mampu membuat kita terpuruk, tapi di situlah tugas kita untuk bangkit dari kegelapan hidup.
Dan.. saat aku bertemu denganmu di masa lalu. aku tak mengerti, saat itu akan menjadi kenangan indah atau bahkan akan menjadi kenangan burukku. karna saat aku bersamamu, aku seperti merasakan sesuatu yang mirip sekali seperti kopi susu 2in1. yang disitu aku bisa merasakan pahitnya kopi dan manisnya susu, sama seperti saat bersamamu. di situlah aku merasakan sakit dan indahnya mencintaimu dalam waktu yang bersamaan.

Untukmu "SANG KENANGAN"