Selasa, 02 Juni 2015

Rindu Dalam Diamku

        Masih teringat jelas sosokmu dalam ingatan, begitu melekat dan mendalam. Senyum indahmu, warna iris matamu, tawamu, cara berbicara, hingga barang apa saja yang selalu kau gunakan setiap hari. Aku begitu merindukanmu, secara diam-diam tentunya.

        Jujur aku membencimu, namun aku juga masih merindukanmu. Terlalu munafik rasanya jika ku katakan bahwa aku telah melupakanmu, dan terlalu munafik pula jika ku katakan aku tak pernah memikirkanmu 'lagi'. Karna pada nyatanya? Aku selalu memikirkanmu disetiap waktuku, dan aku selalu mmerindukanmu disetiap malamku.

        Sungguh betapa aku teramat-sangat membencimu, namun tak dapatku pungkiri bahwa aku juga teramat-sangat merindukanku. Apakah kau sadar? kau membuatku sakit berkali-kali. Kau menghampiriku, lalu meninggalkanku. Kau mengajakku terbang tinggi, lalu kau jatuhkan begitu saja. Kau menarikku keluar dari lubang, lalu kau mendorong ku lagi ke lubang itu.

        Sadarkah kau? Aku masih saja setia menunggumu dan berharap kau akan mundurku ke arahku, padahal aku tau bahwa hal itu mungkin takkan terjadi. Dan taukah kau? Aku masih saja bertahan dengan sepi ku ini.

        Taukah kau?  Hingga saat ini aku masih 'berusaha' melupakanmu, walau aku sadar bahwa usahaku aka terasa sia-sia karna otakku takkan pernah berhenti memikirkanmu. Aku ingin bebas, dan aku juga ingin bernafas lega. Aku tak ingin terjerat makin lama lagi dalam kegelapan yang kau ciptakan dan aku juga tak ingin berteman dengan kesepian ciptaanmu itu, yang selalu menjadi temanku dimanapun aku berada.

Tolonglah, bukakan pintu keluar untukku!! aku tak ingin berlama-lama tersesat dalam duniamu.

- "Dari seorang gadis yang merindukanmu dalam diamnya.."

Kamis, 23 April 2015

So Come Back

Menunggu itu sakit...
Menunggu itu menyiksa...
Menunggu itu melelahkan...
Menunggu itu membosankan...

Akan ada masanya, seseorang yang kuat akan mencapai titik lelahnya .
seperti besi yang semakin lama akan menjadi berkarat. Sekuat batu karang yang semakin lama tergerus airlaut, akan semakin mengikis. Juga seperti kayu jati yang setiap harinya pasti akan melapuk..

JIka kamu berfikir sampai saat ini aku masih masih menunnggumu, kamu salah besar. Aku lelah, aku bosan, aku tak ingin membuang waktu secara sia-sia lagi, aku tak ingin mati ditempat dan kesalahn yang sama untuk kesekian kalinya, aku juga tak ingin tenggelam dalam kubangan yang sama lagi.
Maaf! Aku tak ingin jadi tempat persinggahan sementara saat kamu lelah, Aku lelah karna harus membuka-tutup hatiku berulang kali hanya untukmu.
Jika kamu datang lagi, aku berjanji tidak akan bertanya mengapa baru sekarang?
Jika kamu datang lagi, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri didepan pintu terlalu lama.
Jika kamu datang lagi, aku berjanji tidak akan bertanya "hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini?"
Karena hanya dengan langkahmu, aku terbangun dari mati suri yang aku nina-bobo kan sendiri.
Kalau kamu datang, tolong jangan pergi lagi.
Aku lelah harus terus menjaga pintu hanya untuk menantimu, lagi.

Senin, 16 Maret 2015

I love you, But I hate you

        Sungguh!! Kenyataan ini begitu menyesakkan dada. Aku merasa seperti oksigen di paru-paru ku berganti dengan ribuan jarum yang menusuk-menusuk, aku masih tak mengerti dengan semua ini. Tiba-tiba saja airmataku menetes begitu derasnya, namun segera ku hapus.

        Aku selalu merasa sesak di dada saat melihat sosokmu. Ingin sekali rasanya aku berlari menjauh darimu, namun aku tak pernah bisa. Jujur ku akui.. aku tak bisa berlama-lama di dekatmu, karna hal itu kan membuat ku terjatuh kembali. Namun tak dapat ku pungkiri, bahwa aku tak bisa menjauhimu. Saat aku menjauhimu, hanya rasa sakit dan rindu dihati yang meleleh bersama setiap tetes airmata yang menemaniku dalam sepi.

        Ingin rasanya aku berbaur dengan hujan. Menyimpan semua rahasia ku di setiap tetes hujan, membekukan hatiku bersama dinginnya udara, dan meredupkan bayangmu bersama mega yang menghitam.

I love you, but I hate you

Kamis, 12 Maret 2015

Kamu Dan Aku

Begitu banyak perubahan yang terjadi hanya dalam sekejap. Situasi, keadaan dan juga kau. Kau selalu membuatku ingin berteriak, tapi kau juga selalu membuatku terdiam. Hingga menyisahkan berjuta tanda tanya yang selalu terngiang dalam pikiranku, tanda tanya yang tak pernah berhenti menari-nari dalam benakku.

Kau bagai serpihan kaca yang mampu membutakan mata dan jiwa ku. Kau bagai virus yang mampu melumpuhkan hati dan perasaanku. Kau bagai makhluk planet lain yang tak bisa ku mengerti sedikitpun tentangmu. Kau bagai mantra sihir, yang mampu meninabobokan logikaku dalam tidur panjang.

Bukan keadaan dan situasi yang membuat kita menjauh, tapi karna ego. Salahkan saja egomu, karna dia tak pernah bisa memahami sedikitpun situasi dan keadaan yang sedang terjadi, dan salahkan saja dirimu yang tak bisa mengajak egomu untuk berkompromi 

Sudahlah... aku lelah dengan semua ini, aku lelah dengan semua permainan konyolmu ini. Tolong! Berhentilah bermain-main dan mulai bersikap dewasa!

Sosokmu dalam jiwaku

        Saat mentari telah menenggelamkan dirinya, lalu bulan menampilkan cahayanya, dan bintang berjajar dengan formasi yang indah, dan saat angin mulai berhembus kencang. Saat itulah aku tau bahwa kau hanya sebatas angan yang masuk ke kehidupanku, merasuk hingga kejiwa. Hingga membuatku terhanyut dalam aliran angan tanpa tujuan. Terdampar dalam kegelapan tanpa penerangan. Berlari dalam ketidak pastian yang tiada akhir. Dan, Terkubur oleh rasa yang amat dalam.

        Sudah ku coba lari pergi darimu, sudah ku coba memadamkan bayangmu, sudah ku coba tuk sirnakan sosokmu. Namun kau begitu kekal, seakan sosokmu tercipta untuk menjadi abadi di kehidupanku.

        Tak bisa kah kau menuruti permintaanku? Tak bisakah kau saja yang pergi dari hidupku dan jangan datang lagi? Tak bisakah kau membiarkan hatiku beristirahat? Aahh.. menuruti permintaanku? Memangnya aku siapa? Orang yang berharga untukmu? Bodoh! Menjadi titik kecil dari hidupmu saja aku sudah bahagia.

        Jika kau tak ingin pergi, bisakah kau berhenti menjadi sebatas angan yang membuatku terluka? Lalu, mulai menjadi sosok yang nyata untukku? Menjadi sosok yang bisa ku gapai? Kumohon..

Senin, 09 Maret 2015

Tentang Sahabat



Terkadang.. Dalam sebuah persahabatan ada sajak yang tak bisa dibaca oleh mata, ada sesuatu yang tak bisa dirasakan oleh indera, ada suara yang tak bisa di dengar oleh telinga, hanya hati dan jiwa yang mampu menafsirkannya. . .

Terkadang.. Dalam sebuah persahabatan ada hal yang tak bisa di capai hanya karna ambisi, ada kesempatan yang tak datang hanya karna ego, ada keruntuhan yang tak bisa di bangun lagi karna hancurnya sebuah kepercayaan, hanya cinta dan ketulusan yang mampu menjelaskan. . .

Aku tak pernah tau apa arti sahabat yang sesungguhnya. Yang aku tau sahabat adalah malaikat-malaikat kecil tuhan yang datang dengan segala kasih sayang. Yang aku tau sahabat adalah mereka yang selalu mengerti saat aku sedang tidak baik-baik saja tanpa perlu aku mengatakannya, mereka yang selalu ada disaat aku butuh, mereka yang pertama mengulurkan tangannya untuk membantu ku bangkit, mereka yang dengan sukarela menghapus airmata kepedihan ku, dan mereka yang selalu menjaga ku dari orang-orang jahat diluar sana. . .

Mungkin, memang aku teramat sangat jarang mengatakan hal ini. Tapi mengertilah bahwa aku menyayangi kalian, lebih dari yang kalian tau. Aku membutuhkan kalian, lebih dari aku membutuhkan kekasih. ILYSM ({})

Jumat, 27 Februari 2015

Rinduku

Kau tau betapa egoisnya dirimu? Dan apa kau sadar bahwa karna keegoisan dirimulah aku selalu mencoba pergi darimu. Aku lelah, jika aku harus selalu menghadapi egomu. Aku lelah, jika aku harus selalu berdebat denganmu. Aku lelah, jika harus menjadi orang yang selalu mengalah. Dan, aku sudah terlalu lelah untuk merasa sakit karnamu.

Apa kau tau? Aku selalu merindukanmu disetiap detikku, bahkan tanpa jeda. Aku merindukan momen bersamamu, aku merindukan tawamu, aku merindukan perhatian darimu, merindukan setiap lekuk jawahmu, aku merindukan senyum manismu, aku merindukan semua yang ada pada dirimu.

Rasanya.. aku ingin merasakan kembali, betapa cepatnya jantungku berdetak saat bersamamu. Betapa bibirku tak hentinya tersenyum saat kau selalu bersamaku.
Bohong jika aku tak merindukanmu. Nyata nya, kini rindu dihatiku semakin menggebu dan aku masih menahannya sendiri.

Mengertilah, aku sedang sangat amat merindukanmu...

Kamis, 26 Februari 2015

Untuk Kamu 😊

       Hari ini hujan turun. Entah mengapa? Setiap kali aku melihat hujan, aku selalu merasa seperti aku melihatmu. Hujan selalu terlihat indah menurut ku, hujan juga selalu mampu menyejukkan hati dan perasaanku. Tapi disaat aku mulai menyentuh setiap tetes airhujan, ia menjadi terasa menyakitkan untukku.

       Kau sama seperti hujan, kau selalu membuatku merasa bingung. Kau selalu terlihat indah bagiku, kau juga selalu mampu menyejukkan hati dan persaanku. Tapi disaat aku mulai mencoba memilikimu, kau selalu membuatku sakit.

       Kau selalu datang dan mengajariku hal baru. Kau mengajari ku bagaimana menciptakan momen-momen indah, kau mengajariku melepaskan semua penatku, kau mengajariku untuk selalu tersenyum walau dihujani berjuta masalah, dan kau mengajariku cara untuk selalu mengingatmu. Tapi mungkin kau lupa, untuk mengajariku bagaimana cara melupakanmu. Hingga pada saatnya tiba, kau pergi meninggalkanku sendiri bersama bayangan dan kenanganmu karna aku tak bisa melupakanmu.

       Mengapa kau datang disaat aku merasa sepi? Mengapa kau datang menemani saat aku sendiri? Mengapa kau membuatku merasa nyaman bersamamu? Mengapa kau memberiku dukungan saat aku mulai merasa lelah? Dan mengapa kau pergi?

       Mengapa datang jika akhirnya pergi? Mengapa tampak jika akhirnya menghilang? Mengapa menemani jika akhirnya meninggalkan? Mengapa mempertahankan jika akhirnya menyerah? Mengapa menguatkan jika akhirnya merapuhkan? Apa ini bagian dari sekenariomu? Ataukah cinta hanya sebuah rasa yang semu? 

Minggu, 22 Februari 2015

Kenangan

Kenangan, kenangan, kenangan, dan kenangan... ya, hidup itu selalu penuh dengan kenangan. kemanapun kita akan melangkah pergi, selalu ada kenangan di belakangnya. Ngga semua kenangan itu terjadi dengan indah. pasti ada kenangan buruk yang mampu membuat kita terpuruk, tapi di situlah tugas kita untuk bangkit dari kegelapan hidup.
Dan.. saat aku bertemu denganmu di masa lalu. aku tak mengerti, saat itu akan menjadi kenangan indah atau bahkan akan menjadi kenangan burukku. karna saat aku bersamamu, aku seperti merasakan sesuatu yang mirip sekali seperti kopi susu 2in1. yang disitu aku bisa merasakan pahitnya kopi dan manisnya susu, sama seperti saat bersamamu. di situlah aku merasakan sakit dan indahnya mencintaimu dalam waktu yang bersamaan.

Untukmu "SANG KENANGAN"