Senin, 16 Maret 2015

I love you, But I hate you

        Sungguh!! Kenyataan ini begitu menyesakkan dada. Aku merasa seperti oksigen di paru-paru ku berganti dengan ribuan jarum yang menusuk-menusuk, aku masih tak mengerti dengan semua ini. Tiba-tiba saja airmataku menetes begitu derasnya, namun segera ku hapus.

        Aku selalu merasa sesak di dada saat melihat sosokmu. Ingin sekali rasanya aku berlari menjauh darimu, namun aku tak pernah bisa. Jujur ku akui.. aku tak bisa berlama-lama di dekatmu, karna hal itu kan membuat ku terjatuh kembali. Namun tak dapat ku pungkiri, bahwa aku tak bisa menjauhimu. Saat aku menjauhimu, hanya rasa sakit dan rindu dihati yang meleleh bersama setiap tetes airmata yang menemaniku dalam sepi.

        Ingin rasanya aku berbaur dengan hujan. Menyimpan semua rahasia ku di setiap tetes hujan, membekukan hatiku bersama dinginnya udara, dan meredupkan bayangmu bersama mega yang menghitam.

I love you, but I hate you

Kamis, 12 Maret 2015

Kamu Dan Aku

Begitu banyak perubahan yang terjadi hanya dalam sekejap. Situasi, keadaan dan juga kau. Kau selalu membuatku ingin berteriak, tapi kau juga selalu membuatku terdiam. Hingga menyisahkan berjuta tanda tanya yang selalu terngiang dalam pikiranku, tanda tanya yang tak pernah berhenti menari-nari dalam benakku.

Kau bagai serpihan kaca yang mampu membutakan mata dan jiwa ku. Kau bagai virus yang mampu melumpuhkan hati dan perasaanku. Kau bagai makhluk planet lain yang tak bisa ku mengerti sedikitpun tentangmu. Kau bagai mantra sihir, yang mampu meninabobokan logikaku dalam tidur panjang.

Bukan keadaan dan situasi yang membuat kita menjauh, tapi karna ego. Salahkan saja egomu, karna dia tak pernah bisa memahami sedikitpun situasi dan keadaan yang sedang terjadi, dan salahkan saja dirimu yang tak bisa mengajak egomu untuk berkompromi 

Sudahlah... aku lelah dengan semua ini, aku lelah dengan semua permainan konyolmu ini. Tolong! Berhentilah bermain-main dan mulai bersikap dewasa!

Sosokmu dalam jiwaku

        Saat mentari telah menenggelamkan dirinya, lalu bulan menampilkan cahayanya, dan bintang berjajar dengan formasi yang indah, dan saat angin mulai berhembus kencang. Saat itulah aku tau bahwa kau hanya sebatas angan yang masuk ke kehidupanku, merasuk hingga kejiwa. Hingga membuatku terhanyut dalam aliran angan tanpa tujuan. Terdampar dalam kegelapan tanpa penerangan. Berlari dalam ketidak pastian yang tiada akhir. Dan, Terkubur oleh rasa yang amat dalam.

        Sudah ku coba lari pergi darimu, sudah ku coba memadamkan bayangmu, sudah ku coba tuk sirnakan sosokmu. Namun kau begitu kekal, seakan sosokmu tercipta untuk menjadi abadi di kehidupanku.

        Tak bisa kah kau menuruti permintaanku? Tak bisakah kau saja yang pergi dari hidupku dan jangan datang lagi? Tak bisakah kau membiarkan hatiku beristirahat? Aahh.. menuruti permintaanku? Memangnya aku siapa? Orang yang berharga untukmu? Bodoh! Menjadi titik kecil dari hidupmu saja aku sudah bahagia.

        Jika kau tak ingin pergi, bisakah kau berhenti menjadi sebatas angan yang membuatku terluka? Lalu, mulai menjadi sosok yang nyata untukku? Menjadi sosok yang bisa ku gapai? Kumohon..

Senin, 09 Maret 2015

Tentang Sahabat



Terkadang.. Dalam sebuah persahabatan ada sajak yang tak bisa dibaca oleh mata, ada sesuatu yang tak bisa dirasakan oleh indera, ada suara yang tak bisa di dengar oleh telinga, hanya hati dan jiwa yang mampu menafsirkannya. . .

Terkadang.. Dalam sebuah persahabatan ada hal yang tak bisa di capai hanya karna ambisi, ada kesempatan yang tak datang hanya karna ego, ada keruntuhan yang tak bisa di bangun lagi karna hancurnya sebuah kepercayaan, hanya cinta dan ketulusan yang mampu menjelaskan. . .

Aku tak pernah tau apa arti sahabat yang sesungguhnya. Yang aku tau sahabat adalah malaikat-malaikat kecil tuhan yang datang dengan segala kasih sayang. Yang aku tau sahabat adalah mereka yang selalu mengerti saat aku sedang tidak baik-baik saja tanpa perlu aku mengatakannya, mereka yang selalu ada disaat aku butuh, mereka yang pertama mengulurkan tangannya untuk membantu ku bangkit, mereka yang dengan sukarela menghapus airmata kepedihan ku, dan mereka yang selalu menjaga ku dari orang-orang jahat diluar sana. . .

Mungkin, memang aku teramat sangat jarang mengatakan hal ini. Tapi mengertilah bahwa aku menyayangi kalian, lebih dari yang kalian tau. Aku membutuhkan kalian, lebih dari aku membutuhkan kekasih. ILYSM ({})