Masih teringat jelas sosokmu dalam ingatan, begitu melekat dan mendalam. Senyum indahmu, warna iris matamu, tawamu, cara berbicara, hingga barang apa saja yang selalu kau gunakan setiap hari. Aku begitu merindukanmu, secara diam-diam tentunya.
Jujur aku membencimu, namun aku juga masih merindukanmu. Terlalu munafik rasanya jika ku katakan bahwa aku telah melupakanmu, dan terlalu munafik pula jika ku katakan aku tak pernah memikirkanmu 'lagi'. Karna pada nyatanya? Aku selalu memikirkanmu disetiap waktuku, dan aku selalu mmerindukanmu disetiap malamku.
Sungguh betapa aku teramat-sangat membencimu, namun tak dapatku pungkiri bahwa aku juga teramat-sangat merindukanku. Apakah kau sadar? kau membuatku sakit berkali-kali. Kau menghampiriku, lalu meninggalkanku. Kau mengajakku terbang tinggi, lalu kau jatuhkan begitu saja. Kau menarikku keluar dari lubang, lalu kau mendorong ku lagi ke lubang itu.
Sadarkah kau? Aku masih saja setia menunggumu dan berharap kau akan mundurku ke arahku, padahal aku tau bahwa hal itu mungkin takkan terjadi. Dan taukah kau? Aku masih saja bertahan dengan sepi ku ini.
Taukah kau? Hingga saat ini aku masih 'berusaha' melupakanmu, walau aku sadar bahwa usahaku aka terasa sia-sia karna otakku takkan pernah berhenti memikirkanmu. Aku ingin bebas, dan aku juga ingin bernafas lega. Aku tak ingin terjerat makin lama lagi dalam kegelapan yang kau ciptakan dan aku juga tak ingin berteman dengan kesepian ciptaanmu itu, yang selalu menjadi temanku dimanapun aku berada.
Tolonglah, bukakan pintu keluar untukku!! aku tak ingin berlama-lama tersesat dalam duniamu.
- "Dari seorang gadis yang merindukanmu dalam diamnya.."
Jujur aku membencimu, namun aku juga masih merindukanmu. Terlalu munafik rasanya jika ku katakan bahwa aku telah melupakanmu, dan terlalu munafik pula jika ku katakan aku tak pernah memikirkanmu 'lagi'. Karna pada nyatanya? Aku selalu memikirkanmu disetiap waktuku, dan aku selalu mmerindukanmu disetiap malamku.
Sungguh betapa aku teramat-sangat membencimu, namun tak dapatku pungkiri bahwa aku juga teramat-sangat merindukanku. Apakah kau sadar? kau membuatku sakit berkali-kali. Kau menghampiriku, lalu meninggalkanku. Kau mengajakku terbang tinggi, lalu kau jatuhkan begitu saja. Kau menarikku keluar dari lubang, lalu kau mendorong ku lagi ke lubang itu.
Sadarkah kau? Aku masih saja setia menunggumu dan berharap kau akan mundurku ke arahku, padahal aku tau bahwa hal itu mungkin takkan terjadi. Dan taukah kau? Aku masih saja bertahan dengan sepi ku ini.
Taukah kau? Hingga saat ini aku masih 'berusaha' melupakanmu, walau aku sadar bahwa usahaku aka terasa sia-sia karna otakku takkan pernah berhenti memikirkanmu. Aku ingin bebas, dan aku juga ingin bernafas lega. Aku tak ingin terjerat makin lama lagi dalam kegelapan yang kau ciptakan dan aku juga tak ingin berteman dengan kesepian ciptaanmu itu, yang selalu menjadi temanku dimanapun aku berada.
Tolonglah, bukakan pintu keluar untukku!! aku tak ingin berlama-lama tersesat dalam duniamu.
- "Dari seorang gadis yang merindukanmu dalam diamnya.."