Saat mentari telah menenggelamkan dirinya, lalu bulan menampilkan cahayanya, dan bintang berjajar dengan formasi yang indah, dan saat angin mulai berhembus kencang. Saat itulah aku tau bahwa kau hanya sebatas angan yang masuk ke kehidupanku, merasuk hingga kejiwa. Hingga membuatku terhanyut dalam aliran angan tanpa tujuan. Terdampar dalam kegelapan tanpa penerangan. Berlari dalam ketidak pastian yang tiada akhir. Dan, Terkubur oleh rasa yang amat dalam.
Sudah ku coba lari pergi darimu, sudah ku coba memadamkan bayangmu, sudah ku coba tuk sirnakan sosokmu. Namun kau begitu kekal, seakan sosokmu tercipta untuk menjadi abadi di kehidupanku.
Tak bisa kah kau menuruti permintaanku? Tak bisakah kau saja yang pergi dari hidupku dan jangan datang lagi? Tak bisakah kau membiarkan hatiku beristirahat? Aahh.. menuruti permintaanku? Memangnya aku siapa? Orang yang berharga untukmu? Bodoh! Menjadi titik kecil dari hidupmu saja aku sudah bahagia.
Jika kau tak ingin pergi, bisakah kau berhenti menjadi sebatas angan yang membuatku terluka? Lalu, mulai menjadi sosok yang nyata untukku? Menjadi sosok yang bisa ku gapai? Kumohon..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar